Showing posts with the label music

Posts

Jakarta Under Siege: Tentang Musik, Memori, dan Orang-Orang yang Kembali Bertemu

  Ada banyak alasan orang datang ke sebuah pertunjukan musik. Sebagian datang karena ingin melihat band favoritnya. Sebagian datang karena penasaran dengan band yang selama ini hanya mereka lihat melalui layar. Sebagian lainnya datang tanpa ekspektasi khusus, hanya ingin berada di tengah keramaian yang terasa akrab. Jakarta Under Siege 2026 mungkin menjadi tempat bagi semua alasan itu untuk bertemu. Tahun ini, Jakarta Under Siege kembali menghadirkan kombinasi lineup yang menarik. Nama-nama seperti Haywire, ZIP, The End, Outrage, Karmax, Pleazure and Pain, Alice, hingga Grrrl Gang berdiri dalam satu poster yang sama. Jika dilihat sekilas, susunan ini terasa tidak biasa. Ada hardcore, ada punk, ada Oi!, ada alternatif, dan ada spektrum musik yang mungkin tidak selalu berbagi panggung dalam acara yang sama. Tapi justru di situlah menariknya. Jakarta Under Siege terasa tidak sedang berusaha menyenangkan satu kelompok tertentu. Ia justru membuka ruang pertemuan bagi berbagai lapisa...

Kenapa Skateboarding dan Musik Selalu Jalan Bareng?

    Skateboard Hampir Nggak Pernah Sendirian  Kalau kamu pernah main skate—atau minimal nongkrong lama di sekitar skateshop—kamu pasti sadar satu hal: skateboard hampir nggak pernah sendirian. Selalu ada musik yang ikut terbawa di sekitarnya. Kadang dari speaker kecil yang suaranya pecah, kadang dari Hape temen yang layarnya udah retak, kadang cuma dari kepala masing-masing orang yang muter lagu yang sama terus-terusan. Tanpa musik, skateboard terasa agak aneh. Masih bisa jalan, tapi kayak ada yang kurang. Bukan cuma soal suara, tapi soal suasana. Dan dari situ pertanyaan sederhana muncul: kenapa skateboard dan musik bisa sedeket ini?   Lahir dari Ruang yang Sama-sama Nggak Resmi Skateboarding sejak awal nggak lahir di ruang resmi. Ia tumbuh di tempat-tempat yang nggak direncanakan buat jadi apa-apa. Jalanan, kolam renang kosong, parkiran, gang kecil. Musik juga punya cerita yang mirip. Punk, hip-hop, jazz, reggae, rock alternatif—semuanya besar dari ruang yang sama-...

LAWLESS JAKARTA × BLACK SABBATH: Dua Tahun Proses, Satu Kolaborasi Bersejarah

Arian & Sammy dalam press conference Lawless Jakarta X Black Sabbath   Setelah melalui perjalanan panjang selama lebih dari dua tahun, Lawless Jakarta akhirnya merilis kolaborasi yang sudah lama dinantikan: sebuah kerja sama resmi dengan band rock legendaris asal Inggris sekaligus pelopor dan pencipta genre heavy metal, Black Sabbath . Kolaborasi ini bukan sekadar produk, melainkan perayaan lintas generasi antara ikon musik dunia dan merek lokal yang telah lama menjadi bagian dari kultur musik underground Indonesia. Lineup Produk: Apparel Hingga Rilisan Unik nan Kolektibel Mayoritas rangkaian produk yang dirilis berasal dari kategori apparel , menghadirkan estetika klasik Black Sabbath yang diolah dengan sentuhan khas Lawless. Namun yang membuat kolaborasi ini terasa semakin spesial adalah hadirnya beberapa item unik yang belum pernah dirilis sebelumnya oleh Lawless—seperti skateboard deck dan helm motor dengan grafis khas Black Sabbath. Keduanya dirilis secara terbatas, me...

Monostra - Griya / Official Lyric Video

Monostra adalah sebuah band yang dibentuk di pertengahan tahun 2021. Didasari dari kejenuhan dalam rutinitas pekerja berkerah, empat teman ini memutuskan untuk bermusik bersama membawakan lantunan genre indie-pop dream-pop post-punk untuk mengobati kerinduan mereka dalam bermain musik. "Griya" adalah sebuah lagu yang bercerita tentang kisah Asmara yang terbentur banyaknya batasan. Follow Monostra on Instagram https://instagram.com/monostra.band   Recorded at Als Studio https://instagram.com/alsstudio   Mixed and Mastered by Ahitomo K https://instagram.com/adhitomok   Video by Rama Rowi https://instagram.com/ramarowi