Kenapa Skateboarding dan Musik Selalu Jalan Bareng?


 

 

Skateboard Hampir Nggak Pernah Sendirian Kalau kamu pernah main skate—atau minimal nongkrong lama di sekitar skateshop—kamu pasti sadar satu hal: skateboard hampir nggak pernah sendirian. Selalu ada musik yang ikut terbawa di sekitarnya. Kadang dari speaker kecil yang suaranya pecah, kadang dari Hape temen yang layarnya udah retak, kadang cuma dari kepala masing-masing orang yang muter lagu yang sama terus-terusan.

Tanpa musik, skateboard terasa agak aneh. Masih bisa jalan, tapi kayak ada yang kurang. Bukan cuma soal suara, tapi soal suasana. Dan dari situ pertanyaan sederhana muncul: kenapa skateboard dan musik bisa sedeket ini?

 

Lahir dari Ruang yang Sama-sama Nggak Resmi

Skateboarding sejak awal nggak lahir di ruang resmi. Ia tumbuh di tempat-tempat yang nggak direncanakan buat jadi apa-apa. Jalanan, kolam renang kosong, parkiran, gang kecil. Musik juga punya cerita yang mirip. Punk, hip-hop, jazz, reggae, rock alternatif—semuanya besar dari ruang yang sama-sama seadanya. Garasi, basement, gigs kecil, tongkrongan. Dua-duanya nggak nunggu izin, nggak nunggu panggung, dan nggak nunggu dianggap layak. Jalan dulu, mikir belakangan.

Mungkin karena itu mereka cepat nyambung. Sama-sama lahir dari ruang sisa, sama-sama jadi tempat orang nyalurin ekspresi tanpa harus menjelaskan diri ke siapa pun.

 

Soal Ritme, Bukan Sekadar Trik

Kalau dipikir-pikir, main skate itu sebenarnya soal ritme. Dorong papan ada temponya. Mau pop ollie ada momennya. Landing juga butuh timing yang pas. Musik membantu tubuh ngerasain semua itu. Bukan secara teknis, tapi secara naluri. Makanya nggak aneh kalau street skating sering dekat sama hip-hop atau jazz, vert dan pool dulu lekat sama punk dan rock cepat, sementara cruising santai enak ditemenin reggae atau funk. Nggak ada aturan baku, cuma kecocokan rasa.

 

Video Skate sebagai Arsip Emosi

Hubungan ini makin kerasa waktu skateboard mulai direkam. Dari era VHS sampai YouTube, musik di video skate bukan sekadar tempelan. Lagu-lagu itu jadi penanda waktu. Sekali dengar, ingatan langsung balik ke era tertentu, kru tertentu, atau kota tertentu. Banyak orang pertama kali kenal band justru dari video skate, dan sebaliknya, banyak skater nemuin gaya dan identitasnya lewat musik yang mereka dengar terus saat skating.

Video skate akhirnya bukan cuma kumpulan trik, tapi arsip emosi. Tentang proses, pertemanan, capek, senang, dan hari-hari panjang yang mungkin nggak penting buat orang lain, tapi berarti buat yang menjalaninya.

 

Identitas Tanpa Seragam

Skateboarding sendiri nggak pernah punya seragam atau satu gaya paling benar. Identitasnya cair. Musik bantu ngisi ruang itu. Cara seseorang main skate sering kebaca dari apa yang dia dengar. Bukan buat ngotak-ngotakin, tapi buat ngenalin karakter. Musik memberi warna tanpa maksa bentuk.

 

Etika DIY yang Sama

Ada juga kesamaan lain yang sering nggak disadari: etika DIY. Skateboarding dan musik sama-sama terbiasa ngerjain semuanya sendiri. Bikin zine, bikin video, rilis kecil-kecilan, manggung di tempat seadanya, skating di spot yang belum tentu aman. Semuanya berjalan karena komunitas, bukan karena sistem besar. Zine skate dan zine musik lahir dari semangat yang sama. Video skate pertama dan gigs kecil punya energi yang mirip—jujur, mentah, dan dekat.

 


 

 

Kenapa Masih Jalan Bareng Sampai Sekarang

Sampai sekarang pun hubungan ini masih bertahan. Mungkin karena skateboard dan musik sama-sama nggak bisa sepenuhnya hidup di layar. Mereka butuh ketemu langsung, nongkrong lama, momen yang nggak rapi dan nggak efisien. Walaupun sekarang hadir di media sosial, hubungan itu tetap hidup di dunia nyata. Di spot, di mobil habis skate, di parkiran, di skateshop.

Pada akhirnya, musik bukan sekadar background buat skateboard. Ia bagian dari cara skateboard dirasakan dan diingat. Hubungan ini nggak dibuat-buat dan nggak perlu dijelasin ribet. Ia tumbuh alami, karena skateboard dan musik sama-sama bicara soal kebebasan, proses, dan ekspresi.

Dan mungkin itu sebabnya, selama skateboard masih dimainkan, musik akan selalu ikut jalan bareng dengan-nya.

 


 

 

 

Comments