Connection Surface
publisher
Search Blog
Hit enter to search or ESC to close
Trending Now
Jalan Panjang: A skateboard travelogue documentary series - CHAPTER 1 (INTRODUCTION)
- Get link
- X
- Other Apps
CLICKBITE: Sebuah Perayaan Energi dari 22 skateboarders video by Ikram Irhamna
- Get link
- X
- Other Apps
MASS SINGAPORE 2024 FULL EVENT RECAP
- Get link
- X
- Other Apps
Tentang dollar, perang, industri yang pelan-pelan tertekan, dan skateboarder yang mungkin baru mulai sadar.
Beberapa tahun terakhir, banyak skateboarder mulai terbiasa melihat harga yang terus naik. Awalnya mungkin cuma terasa di sepatu. Lalu deck. Lalu truck. Lama-lama hampir semua parts terasa semakin jauh dari kata murah. Dan seperti biasa, kebanyakan dari kita cuma bereaksi sebentar:
“Anjir mahal banget sekarang.”
Habis itu lanjut main lagi... Padahal kalau dipikir-pikir, ada sesuatu yang sebenarnya sedang terjadi cukup besar di belakang semua itu. Dan jujur saja, skateboarder memang bukan kelompok yang terkenal dekat dengan isu ekonomi atau politik. Banyak dari kita lebih peduli spot baru dibanding berita dunia. Lebih hafal video part dibanding situasi pasar global. Itu bukan salah. Skateboarding memang sejak awal tumbuh sebagai ruang pelarian dari hal-hal seperti itu.
Tapi masalahnya, cepat atau lambat, keadaan dunia tetap datang mengetuk pintu scene kita juga, karena ternyata harga setup tidak naik sendirian. Ada banyak hal yang mendorongnya dari belakang.
Kalau hari ini kita melihat rupiah menyentuh angka Rp17.700 per dollar, sebagian orang mungkin merasa itu bukan perubahan besar. “Cuma naik seribuan lebih sedikit.” Kedengarannya kecil. Bahkan mungkin terasa tidak penting. Tapi dalam industri, angka kecil bisa berubah jadi sesuatu yang sangat besar, karena yang dibayar bukan satu barang.
Ada quantity produksi.
Ada shipping internasional.
Ada biaya container.
Ada rate pembayaran luar negeri.
Ada pajak impor.
Ada biaya distribusi.
Ada kurs yang terus bergerak selama barang masih di perjalanan.
Jadi ketika dollar naik Rp1.000–Rp1.200 saja, efeknya bisa membengkak berkali-kali lipat saat sampai ke tangan konsumen dan skateboard termasuk industri yang sangat rentan terhadap itu karena sebagian besar barangnya masih bergantung pada impor.
Deck maple datang dari luar negeri.
Truck datang dari luar negeri.
Wheel juga.
Bearing juga.
Bahkan bahan baku untuk beberapa parts tertentu ikut terhubung dengan industri global.
Yang banyak orang tidak sadar, truck dan wheel skateboard pada dasarnya sangat dekat dengan industri minyak bumi. Wheel dibuat dari polyurethane. Banyak proses produksi parts skateboard bergantung pada material turunan petroleum. Ketika perang terjadi, ketika harga minyak dunia naik karena konflik antara negara-negara besar seperti Amerika, Israel, dan Iran, dampaknya bukan cuma terasa di bensin kendaraan.
Industrinya ikut bergerak. Harga produksi naik. Biaya pengiriman naik. Biaya energi naik.
Dan ujungnya, harga skateboard ikut terdorong pelan-pelan, masalahnya, kebanyakan skateboarder hanya melihat harga akhirnya. Jarang benar-benar melihat rantai panjang di belakang sebuah truck atau wheel bisa sampai ke skateshop.
Sebelum situasi ekonomi global seberat sekarang pun, industri skateboard sebenarnya sudah lebih dulu terguncang. Kita sempat masuk ke era di mana pasar dibanjiri papan dan parts tanpa merek dengan harga yang sangat murah. Buat sebagian skateboarder, itu terasa menyenangkan. Setup jadi lebih mudah dibeli. Orang bisa main tanpa harus keluar uang terlalu besar. Tapi di sisi lain, ada brand kecil, distributor, skateshop, dan orang-orang di dalam industri yang mulai kerepotan menjaga semuanya tetap hidup.
Scene seperti terpecah menjadi dua sisi.
Satu sisi menikmati murahnya harga tanpa terlalu memikirkan bagaimana kultur ini bertahan. Sisi lain mencoba menjaga industri tetap hidup sambil menghadapi pasar yang makin sulit ditebak. Dan sekarang, ketika dollar naik dan ekonomi global mulai makin berat, tekanan itu seperti datang dua kali.
Yang dulu sudah goyah, sekarang harus menahan beban tambahan.
Mungkin ini juga jadi alasan kenapa beberapa brand lokal mulai terlihat lebih hati-hati. Harga produksi naik. Material makin mahal. Biaya distribusi ikut berubah. Bahkan untuk sekadar menjaga harga tetap stabil saja kadang sudah sangat sulit.
Tapi dari luar, semua sering terlihat sederhana.
“Kenapa harga deck lokal sekarang ikut naik?”
“Kenapa sepatu skate mahal?”
“Kenapa barang kosong terus?”
Padahal di belakang itu ada orang-orang yang benar-benar sedang berusaha menjaga agar industri kecil ini tetap hidup. Karena skateboard bukan industri besar di Indonesia.
Ia bukan pasar utama.
Bukan prioritas negara.
Bukan sektor yang dilindungi.
Sebagian besar masih hidup dari semangat komunitas dan orang-orang yang memang peduli.
Yang mungkin paling mengkhawatirkan adalah masa depannya, kalau dollar terus naik, kalau rupiah makin melemah, kalau biaya produksi global terus membengkak, kemungkinan besar skateboard tidak akan menjadi lebih murah dalam waktu dekat.
Bahkan mungkin sebaliknya.
Setup akan makin mahal.
Skateshop akan makin sulit menjaga stok.
Brand kecil akan makin berat bertahan.
Dan anak-anak baru mungkin mulai merasa skateboard terlalu jauh untuk dicapai.
Padahal regenerasi adalah napas utama sebuah scene, kalau akses makin sulit, lama-lama bukan cuma industri yang melemah. Kultur juga bisa ikut mengecil.
Tulisan ini bukan untuk membuat orang takut, justru sebaliknya, mungkin ini saatnya skateboarder mulai sedikit membuka mata bahwa apa yang terjadi di luar sana ternyata berhubungan juga dengan apa yang kita injak setiap hari.
Bahwa perang di negara lain bisa berdampak ke harga wheel yang kita beli. Bahwa nilai rupiah bisa menentukan apakah seseorang mampu membeli setup baru atau tidak. Bahwa keputusan ekonomi dan politik ternyata bisa masuk sampai ke skatepark tanpa kita sadari.
Dan mungkin, setelah memahami itu semua, kita jadi sedikit lebih menghargai:
- brand lokal yang masih bertahan,
- skateshop yang masih buka,
- event kecil yang masih berjalan,
- atau teman-teman yang tetap mencoba menjaga scene tetap hidup di keadaan yang makin tidak mudah.
Karena pada akhirnya, skateboard memang selalu tentang bermain.
Tapi untuk membuat permainan itu terus hidup, ada banyak orang yang diam-diam sedang berusaha menahan semuanya agar tidak runtuh.
You May Also Like
MAIN PAGE a video by VAST Attitude
- Get link
- X
- Other Apps
BEAZT Present "SAMBATAN" Sulistumo Part a Video by Bramantyabayu
- Get link
- X
- Other Apps
HN85 a video by Mazini Hafizhuddin
- Get link
- X
- Other Apps
METAMORPHOSIS a skateboard video part by Teklanica
- Get link
- X
- Other Apps






Comments
Post a Comment