OFF THE LAW KEMBALI: VANS DAN LAWLESS BURGERBAR MEMPERLUAS RUANG KOLABORASI


 

Jakarta tidak pernah benar-benar diam. Selalu ada sesuatu yang bergerak—musik, skate, komunitas, dan orang-orang yang terus mencari cara baru untuk mengekspresikan diri. Di tengah pergerakan itu, Vans kembali membuka ruang, kali ini lewat kolaborasi lanjutan bersama Lawless Burgerbar.

Bukan sekadar kolaborasi, tapi kelanjutan dari sesuatu yang sebelumnya sempat muncul secara terbatas. “Off The Law” yang dulu hanya bisa ditemui di USS, kini kembali dengan skala yang lebih besar—lebih terbuka, lebih berani, dan lebih dekat dengan publik.

Momentum ini juga tidak berdiri sendiri. Tahun ini menandai 60 tahun siluet The Authentic, sebuah bentuk sederhana yang justru menjadi fondasi dari begitu banyak cerita di skateboarding, musik, dan kultur jalanan. Secara global, wajah-wajah seperti SZA, Travis Barker, Hayley Williams, hingga Franz Lyons ikut merayakan narasi ini. Tapi yang menarik, di Indonesia, ceritanya berkembang dengan cara yang lebih lokal—lebih dekat.

Mulai dari keterlibatan Vans dalam rilisan video musik Seringai “Sejati/Senarai Feses”, hingga showcase untuk album terbaru mereka IV: ANASTASIS, semuanya terasa seperti bagian dari ekosistem yang sama: keras, jujur, dan tidak dibuat-buat.

Dan dari situ, kolaborasi dengan Lawless Burgerbar terasa masuk akal.


RASA YANG MENGIKUTI SIKAP

“Off The Law” bukan cuma nama. Ia membawa pendekatan yang sama seperti yang sering kita lihat di skateboarding—tidak selalu mengikuti aturan, tapi tetap punya arah.

Menu seperti Red Chili Burger, Fried Waffle Fries, dan Melon Grab Mocktail hadir bukan sekadar variasi, tapi sebagai representasi rasa yang bold dan langsung. Tidak banyak basa-basi, tapi jelas karakter.

Ini adalah titik temu antara dua dunia yang sebenarnya punya bahasa yang sama: Vans dengan warisan kultur jalanannya, dan Lawless dengan pendekatan DIY yang selalu dekat dengan musik dan komunitas.


LEBIH DARI SEKADAR LAUNCH

Kolaborasi ini resmi dimulai pada 30 April 2026 di Lawless Burgerbar Blok M. Tapi seperti yang sering terjadi, momen seperti ini bukan cuma soal tanggal rilis.

Release party dengan DJ set dari Seringai bukan sekadar pelengkap, tapi bagian dari pengalaman itu sendiri—energi yang tidak bisa dipisahkan dari kolaborasinya.

Dan buat yang tidak hadir? Kolaborasi ini tetap bisa dirasakan. Seluruh menu tersedia di semua outlet Lawless Burgerbar, tapi hanya untuk waktu yang terbatas: satu bulan.

Cukup singkat untuk terasa eksklusif, tapi cukup panjang untuk jadi bagian dari rutinitas harian—setidaknya untuk sementara.

 


 


RUANG YANG TERUS BERKEMBANG

Yang menarik dari kolaborasi seperti ini bukan hanya produknya, tapi bagaimana ia membuka kemungkinan. Vans tidak hanya merayakan masa lalu lewat The Authentic, tapi juga terus mencari cara untuk tetap relevan di konteks lokal.

Dan Lawless, seperti biasa, menjadi ruang yang tepat untuk itu—tempat di mana makanan, musik, dan kultur bertemu tanpa harus dibuat terlalu formal.

Akan ada kejutan lain selama periode ini. Tapi seperti banyak hal di skena, yang terbaik sering kali tidak diumumkan dari awal—ia ditemukan di tengah jalan.


Miss it, and it’s gone.

 


 

Comments